Kamis, 18 Februari 2010

Iring-iringan mobil jenazah menuju tempat pemakaman yang terletak di daerah Pejompongan, perjalanan yang di tempuh sekitar 20 menit dari Tebet menuju pemakaman tersebut, sesampainya kesana pemandangan yang memilukan bukan terlihat saat jenazah mau di makamkan melainkan kondisi daerah pemakamannya.
Kepiluan itu terlihat ketika orang-orang disekitar itu menjadikan pemakaman sebagai lahan untuk mencari uang, sisi hitam yang memilukan buat bangsa Indonesia ini, pemandangan itu membuat pertanyaan di dalam benakku, apakah bangsa ini sudah tidak dapat mengurus rakyatnya atau tidak ada ketidakpedulian terhadap kondisi bangsanya sendiri, atau sebaliknya rakyatnya yang tidak bisa di atur.
Ya, mungkin itu sekedar pelajaran buat diri saya khususnya dan buat khalayak umumnya, untuk dapat melakukan sesuatu terhadap sesuatu, walaupun hasilnya itu hanya diri kita yang dapat.

1 komentar:

Dhana/戴安娜 mengatakan...

salam sahabat
membaca alur ceritanya saya teringat akan kepergian seorang yang tela menyayhangi saya sebagai adik kandung terima kasih ya..postingan ini sungguh menyentuh hati saya